BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

header-ad

Astronom ungkap peta arus listrik dimars


Astronom ungkap peta arus listrik dimars

Data baru yang dikumpulkan oleh pesawat ruang angkasa NASA dan evolusi volatile NASA memungkinkan para ilmuwan NASA untuk memetakan sistem kelistrikan di sekitar Mars untuk pertama kalinya. Ini tidak hanya menyoroti perbedaan antara sistem Bumi dan Mars, tetapi juga mampu menjelaskan cara partikel yang bermuatan ke ruang angkasa keluar dari atmosfer Mars.
Di Bumi, aliran zat besi cair di jantung planet ini menciptakan arus listrik dan menghasilkan medan magnet di sekitar kehidupan manusia. Tetapi Mars tidak memiliki kemampuan yang sama untuk menghasilkan bidang seperti itu. Karena itu, arus listrik yang diinduksi di atmosfer Mars menghasilkan magnetosfer planet.

Arus ini memainkan peran mendasar dalam kehilangan atmosfer yang mengubah Mars sebagai ilmuwan yang dapat mendukung kehidupan di gurun yang tidak ramah. Robin Ramstad, seorang ahli fisika eksperimental dari University of Colorado, dikutip oleh IFL Science, Jumat (5 /).
Untuk memahami efek arus, para ilmuwan perlu mengetahui bagaimana arus ini terbentuk. Dengan tidak adanya atmosfer pelindung, sinar matahari dan sinar ultraviolet dapat memecahkan atom di atmosfer Mars, menghasilkan ion dan elektron bermuatan listrik.

Sementara itu, angin matahari, yang mengandung magnet, terus-menerus bertiup dari matahari dengan kecepatan sekitar satu juta mil per jam. Pada saat medan magnet angin matahari berinteraksi dengan ion dan elektron yang bermuatan di atmosfer Mars, arus listrik akan dihasilkan. Akibatnya, muatan bergerak ini menghasilkan medan magnetnya sendiri, yang merupakan selubung magnet yang disebabkan oleh Mars.

Atmosfer Mars memiliki perilaku seperti bola logam yang mematikan sirkuit listrik. Arus mengalir di atmosfer atas dengan lapisan arus yang lebih kuat yang terletak 120-200 km di atas permukaan planet, tambah Robin Ramstad.
Sebelum penelitian ini, sangat sulit untuk mendeteksi arus di Mars secara langsung. Dengan magnetometer sensitif MAVEN, distorsi dapat dihitung dan dihubungkan kembali ke arus listrik yang ditimbulkannya.

Setelah menggambar peta, para ilmuwan berharap untuk memahami dampak pergerakan partikel bermuatan di sekitar planet ini secara lebih mendalam. Penelitian ini telah dipublikasikan di Nature Astronomy.

« PREV
NEXT »

No comments